Rabu, 02 September 2009

hari hari yg rada...GAJE

udah lama ga buka blog, kangen rasanay..
petualangan pikiran yang gila dah gwe laluin..
terus apa bagusnya..
gwe ga tau..

Alhamdulillah..gwe dah pake hijab sekarang..
hehehe, bangga amat kali..
ya bangga donk...

setelah perang jaim ama eiyu berakhir.sekarang anak itu kok kayak lost contact ya??(moga aja ga lost beneran..)
gwe dah menyelidiki keberadaan si rie chan yg jadi em em nya eiyu..dan gwe berhasil..
tapi gwe masih dalam tahap penyamaran.

sekarang gwe cuma mau menenmukan ketenangan, ga terpaut ma hal yg aneh aneh..
itulah gwe..
orang yg ga mau berurusan sama yg namanya masalah...

kadang juga gwe nyari masalah..tapi itu juga ga sengaja.
owkeh..
gwe mo tunggu tanggal maennya 'nan..
owkeh..
bakal ada kejutan ap di tanggal 999??
tunggu kelanjutannya....

hari hari yg rada...

Kamis, 28 Mei 2009

Thursday, January 22, 2009

[News]TVXQ Hero Jaejoong’s Heaven’s Postman, already a Big Hit-DBSK/TVXQ/Tohoshinki

can't wait to see jaejoong in this drama!!
our handsome postman...^^


TVXQ’s Jaejoong in his first acting challenge for SBS Korea-Japan joint venture drama ‘Heaven’s Postman’ is becoming the topic. Heaven’s Postman will broadcast early this March 2009.
Heaven’s Postman, to be produced by Sam Hwa Productions is the first out of ten works of this telecinema in Japan. All ten films will be introduced to both countries. A total of ₩ 8,000,000,000 of the production (around 40% or more) will be invested from Japan.
In Heaven’s Postman Jaejoong’s role, “Shin Jaejoon” is in a vegetative state, but his spirit is drifting. Only Han Hyo Joo’s character, “Hana Jo” can see this ghost of Jaejoon.
The drama’s script is the preparation by “Long Vacation” Japanese popular film writer, Kitagawa Eriko. PD Director was to be “Sorry I Love You” and “Let’s go to School” director Lee Hyun Min.
The second project by KBS drama is “Oh! Pil-seung, Bong Soon-Young” (Oh! Feel Young) directed by Ji Yeong-soo starring Ahn Jae Wook is being prepared.

Kamis, 21 Mei 2009

SS501 Kim HyunJoong is a goodfriend of TVXQ Hero Jaejoong

Jump to Comments

During a recent interview, SS501 leader, Kim Hyun Joong stated that in the entertainment field his closest hyung is TVXQ Hero Jaejoong.

This was a interview on the Magazine .

Q: In the entertainment field, do you have any Hyungs who you are very close to?

A: In the entertainment field, the closest one should be TVXQ’s Hero Jaejoong.

Q: Won’t compete with each other?

A: Totally wont. Totally will not regard them as our competitor.
We would drink Soju together, go sauna together or joke with
each other…. sometimes we would also talk about people outside the entertainment field.

It is nice to see both groups getting along together despite being in a different company. However, I thought DSP had announced before that SS501 is going to beat TVXQ flat?

Rabu, 20 Mei 2009

CERPEN QUWH..THE CLUBBERZ

Titik titk air hujan masih terlihat membasahi jendela kamar Nana. Sementara itu handphone Nana terus saja berbunyi nada alarm. Walau sudah pakai lagu Bad Country nya Avanged Sevenfold dan dengan volume maksimal,Nana tak kunjung bangun dari tidurnya. Sebenarnya hari ini adalah hari yang amat penting untuk Nana. Hari ini, Senin, hari pertama Nana resmi menjadi pelajar putih abu abu. Seperti biasa,setiap pagi ada ritual khusus yang memang ditujukan untuk satu orang. Orang itu tidak lain adalah Nana. Segala macam cara sudah dicoba untuk membangunkannya, tapi semuanya tidak ada yang berhasil. Kali ini, Mamanya Nana punya jurus andaln untuk membangunkan Nana. Di jamin ampuh!!.

“Na..na..sudah pagi….!!”,teriak sang mama dari lantai bawah,
“ Apaan sih si mama,ganggu orang lagi mimpi indah aja!!”,gumam Nana dengan suara yang tidak jelas
“Na..na..Tunas Harapanlho Na,Tunas Harapan !!!! Ayo donk bangun!Nanti kamu telat!”, bujuk sang mama yang perlahan berjalan menuju kamar Nana.

KLEK… pintu kamar Nana dibuka. Nana terlihat masih memeluk boneka Uchiha Sasuke kesayangannya.
“Ehhm..ya sudah kalau tidak mau bangun. Jatah uang jajan hari ini dipotong 50%. Lumayan ..buat nambah nambah uang belanja mama”,kata sang mama dengan suara merayu tapi agak mengancam.
Sontak mata Nana terbuka. Lalu dia melihat mamanya berjalan berjalan kea rah pintu.
“Ma..ma..jangan potog uang jajan Nana!Nanti Nana pulang pergi pakai apa.?Jalan kaki?Tunas Harapan ruh jauh banget,Ma..Nana mohon banget,jangan di potong,Ma…”pinta Nana sepenuh hati.
‘tuh tuhu! Sudah ah! Sekarangkamu mandi sana,bau!! Habis itu sarapan. Terus pergi sekolah. Tapi menurut feeling mama,pas kamu berangkat,sudah enggak ada angkot lagi.”,kata mama sedikit menasehati.
“Semoga saja feeling mama salah!!Yang penting berangkat! Masa mama gak tahu kehebatan anak sendiri sih?” Tanya Nana dengan sedikt narsis. Lalu Nana pun menionggalkan kamarnya untuk bergegas mandi.
“Dasar Nana. Dia memang sangat mirip dengan ayahnya..”,gumam mama.

@@@@@@

“Nana pergi ya…!!! Assalamu’alaikum!!
“Wa’alaikummussalam,hati hati dijalan ya Nak”,
“Iya…”,

Jam digital Nana sudah menunjukan pukol 6.55 dan SMA Tunas Harapan masuk pukul 7.15. Jadi Nana Cuma punya waktu 20 menit untuk samapi di sekolah, Dan kemungkinana terbesar adalah datang terlambat. Sambil bejalan menuju halte terdekat, dia celingukan ke kanan dan kekiri,berharap masih ada bus AKDP yang lewat.
“Huff…rame banget! Semoga saja busnya masih bisa muat semuanya”,gumam Nana.
Tiba tiba ada motor yang berhenti tepat di hadapan Nana, Sontak Nana pun kaget. Seorang cowok dengan heklm hitam dengan santainya membuka penutup helmnya dan berkata
“Butuh tumpangan?”.
@@@@@@

“Selamat datang di Tunas Harapan!!Hei..kok ngelamun?Semangat donk!Kan sudah jadi anggota baru sekolah ini”.
“Kak Edo!Apanya yang selamat datana!Habus ini kan ad upacara penerimaan murid baru. Rambut Nana jadi berantakan kayak gini!”,keluh Nana.
Cowok yang dipanggil kakak itu adala Edo. Salah satu kakak kelas Nana sekaligus tetangganya.Kalau dilihat, anaknya lumayan manis dan tampangnya terkesan polos.Perawakannya tinggi dan tidak ketinggalan rambut acak acakan yang menjadi cirri khasnya. Di tambah lagi dengan motor Hobda Supra X nya yang jadi andalan(lumayan..bisa buat nyalib-nyalib gitu..)

“Duh…kok makin besar makin cerewet siihh???! cerewetnya diilangin dong!Harusnya kamu itu berterima kasih sama kakak. Kalau gak ada kakak, kamu bakal telat. Malah bisa bisa kamu gak ikut upacara penerimaan,yak an??”,kata Edo seakan dia sudah berjasa besar terhadap Nana.
“Hihh, iyaa..iya. Terima ksih Kak Edo yang baik! Aku tidak akan melupakn jasamu. Sudah puas?”,jawab Nana cemberut.
“Sama-sama…ya sudah! Aula ada di sebelah sana. Hati hati ya”,kat aedo sambil tangannya mencubit kedua pipi Nana yang tembem.
“Da..da… adikku sayang… tambah chubby ya..!!”,tambah edo lagi seakan-akn tampa dosa. Pipi Nana udah cenut-cenut gara-gara di cubit Edo,sekarang dia menyusuri parkiran sambil memegangi pipinya yang sakit.

Setelah Nana menyusuri parkiran,sampailah dia didepan sebuah aula biru yag kelihatannya dapat menampung 100 orang. Didepannya terpampang sebuah spanduk besar bertuliskan “SELAMAT DATANG SISWA/I BARU TAHUN AJARAN 2008/2009”. Dipikir-pikir,buat apa Nana repot-repot masuk sekolah swasta padahal masih banyaksekolah negeri yang tergolong favorit.Ya,alasannya adalah didorong oleh keiinginan orang tua.. Padahal Nana kepingin banget masuk ke sekolah negeri bareng teman-temannya. Tapi namanya sudah keburu didaftarrin di Tunas Harapan dan lulus masuk peringkat 5 besar.
Dia pun tidak berlama-lama di depanpintu aula. Dia bergegas masuk dan mencari tempat duduk yang pw biar di jelas mendengarkan apa saja yang akan di sampaikan oleh panitia.

Upacara pembukaan pun di mulai .
Panitia silih berganti naik keatas podium dan membacakan pidato mereka. KEBOSANAN, ya..itu adlah katas yang tepat untuk saat ini. Kmbulah penyakit Nana kalou dia meras bosan,Nana tidur kalau dengerin sambutan seabrek-abrek.

“Nah,akhirnya kita sampai pada acara terakhir.Setelah ini harap adik-adik menuju lapangan dan gedung A untuk demo ekskul. Setelah itu adik adik masuk di ruang kelasnya yang sudah ditentukan. Kelas kalian ada di gedung A.”,kata seorang panitia dengan jelas.

Nana pun tertbangun dari tidur singkatnya
“Hah..sudah selesai ya.?Huf..akhirnya!!Wah pada keluar nih..ada apa ya??”,gumam Nana setengah sadar.
“Eh,kok belum keluar?Ayo!ada demo eskul ni!!”,kata seorang anak perempuan yang duduk disampingnya.
“Eeeh..iya..yaMakasih ya!”,jawab Nana seraya bangkit dari kursinya.

@@@@@@@

“Adek adek semua!it’s time to show time!!!Disini bakal ditampilin demo dari eskul-eskul yang ada di Tunas Harapan.Pokoknya seru dee….!!!”,kata seorang MC dengan jelas.
“Tapi,gak semua eskul bisa di tampilin disini semua,nah bagi yang masih penasaran dengan eskul-eskul lainnya,kalian bisa ke “CLUB PARTY” di gedung A.Disana kalian bisa lihat promosi dari eskul-eskul lainnya yang gak kalah serunnya dari yang disini.OK!!”, tambah si MC lagi.
Tahu aja kalau Nana paling males yang namanya nonton demo eskul di lapangan, walaupun dia kepingin lihat demo eskul basket,tapi dia mengurungkan niatnya karena dia tahu demo eskul basket masih 1,5 jam lagi. Daripada menganggur alias mati gaya, Nana memutuskan utuk pergi ke gedung A.

Gedung A cukup luas juga. Koridornya pun luas. Acara “CLUB PARTY” berlangsung di lantai 1. Ya,tidak salah lagi, lantai 1 adalah gudangnya sekret. Sekret-sekret yang ada berlomba-lomba untuk mempromosikan eskulnya. Nana pun terus menyusuri koridor lantai 1. Tiba-tiba matanya tertuju di sebuah ruang sekret yang terletak di sudu koridor tersebut.Ruang ini adalah sekret klub drama. Hanya ruang sekret ini lah yang tidak mengadakan promosi gila-gilaan seperti sekret lainnya. Karena penasaran ,Nana pun memberanukan diri untuk masuk ke ruang sekret itu.

CKLEK…pintu ruanganitu pun terbuka.
“Asslammu’alaikum..permisi, apa ada arang?”,ujar Nana.
Tiba-tiba lampu di ruangan itu menyala dan balon-balon turun dari dari atas pelafon.
“CONGRATULATION!!Selamat ya!! Kamu anggota pertama di klub ini! “,kata seorang anal cewek dengan semangat.
“Yupz! Betah di sini ya!”,timpal seorang lagi.
“Ahoi kapten!met gabung”,suara seorang lagi terdengar.
Nana masih keheranan dengan apa yang terjadi barusan. Dia belum sempat berkata apapun. Dia kaget,kenapa dia disambut sepeti layaknya orang penting yang baru datang dari nageri jauh. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang telah di kenalnya.
“Lho Kak Edo?!kenapa kakak bisa ada di sini?”,tanya Nana keheranan
Kak Edo pun berjalan kearah Nana yang masih kelihatan bengong gara-gara tadi. Kebiasaan Edo pun muncul,cubitan maut ala Edo pun mendarat ke kedua pipi Nana.
“Aaaww!!Kak!Sakit!”, ujar Nana kesakitan
“Hihihi..met gabung ya!Kamu beruntung milih klub ini!”,ujar Edo sambil melingkarkan tangan ke bahu Nana. “Oya,ane hampir lupa. Biar kakak kenalin kamu sama anak-anak disini! Cuy, ini anggota baru kita, namanya Nana Cahyaningtias, bias dipanggil Nana. Nah,sekarang kakak bakal ngenalin kamu sama wak geng disini, Ndoi..Ndoi! Sini! Cepetan!
Edo menunjuk cowok berperawakan sedang dengan rambut ala Masafumi Goto, lengakap dengan kacamatanya terlihat sedang duduk bersantai di etalase jendela. Sambil sesekali di melihat langit, seperti mengharapkan sesuatu. Nana pun merasakan sesuatu yang aneh ketika pertama kali melihat cowok itu. Bukan perasaan deg-degan karena takut karena dia senior, tapi lebih kearah kagum.

“Ndoi!! Ada anggota baru ni!! Kamu kan ketuanya! Masa gak mau tahu sih?”, ujar Edo agak memaksa
Cowok yang akrab disapa Ndoi itu pun memalingkan wajahnya kea rah Nana. Pandangannya tajam dan terkesan dingin. Nana pun hannya terpaku melihat Ndoi berjalan ke arahnya
“Oh, anak baru ya?met gabung deh!”,kata Ndoi dingin.

Sumpah! Dingin banget ni cowok!. Begitulah suara hati Nana saat ini. Tapi kak Ndoi memalingkan wajah lagi kearah Nana dan berbalik arah.
“Aku rasa kamu menarik. Bentar lagi ada pekerjaan besar yang menunggu kita.OK!”,ujar Ndoi sambil tersenyum simpul. Lalu, tangan jahil Ndoi menyentil hidung Nana.
“Aduh..”,keluh Nana
“Hehe..salam perkenalan dari ane tuh..”,jawb Ndoi dengan senyum bak tanpa dosa.

Setelah Nana berpikir sejenak, dia tahu apa yang harus dia bicarakan dengan orang-orang di ruangan itu. Dia menghela nafas dan Nana mulai berbicara
“Eh,maaf kak! Saya rasa kakak semua salah paham. Saya masuk keruangan ini karena penasaran saja. Cuma ruang sekret ini yang biasa saja, tidak seperti ruang sekret lainnya. Saya tidak bermaksud untuk ikutan klub ini. Maaf,kak!”, ucap Nana seraya meminta maaf.

Sontak anak-anak yang ada di ruangan itu pun kaget. Apalagi Ndoi yang notabane nya ketua klub itu.
“Lho, kok gitu? Peraturan masuk klub ini salah satunya adalah sekali masuk, tidak boleh keluar lagi”, kata Ndoi tegas.

“Tapi,kak…saya tidak suka drama, jadi buat apa saya masuk klub ini. Maaf kalau saya lancing, tapi terima kasih atas sambutannya tadi. Sekali lagi maaf!! Permisi!”, jawab Nana tegas. Dia pun pergi meninggalkan ruangan klub itudengan tergesa-gesa.

“Menarik..sangat menarik. Edo,adik kamu itu menarik banget,iya kan semuanya?”,tanya Ndoi yang separtinya menyimpan tujuan lain dibalik kata-katanya itu.
“Yaa..!! Kita laksanakan rencana A!”,jawab mereka kompak bin semangat.

@@@@@@@

“Na,kamu itu kok ngomongnya gitu yadi,gak sopan tahu!!kamu gak tahu kalu Ndoi ngamuk kayak gimana”, omel Kak Edo.
“Kak..Nana itu Cuma penasaran aja bukqn bermaksud
Mau masuk klub drama. Tolomg mintain maaf ya!”,jawab Nana membela diri
Terlihat dari kejauhan seorang anak cewek memanggil Edo dengan suara yang lantang.
“Ee..do….!! Dipanggil Ndoi! Cepetan! Keburu ngamuk nanti!”,panggil cewek itu dengan lantang.
“Rika, tunggu ane!bilang ma Ndoi,tunggu bentar lagi! Ane masih ngurusin anak ni”, jawab Edo sambil menunjuk ke arah Nana.
“Hei,cepetan! Kamu dipanggil Ndoi untuk ngerjauin tugas kamu,tuh,bikin pamflet”, jawab cewek yang bernama Rika itu seraya berjalan ke arah parkiran tempat Edo dan Nana berada.
“Oh..anak yang tadi ya..?”, tanya Rika dengan tampan dingin. Nana tampak gemetaran melihat tampang Rika yag dingin dan kelihatan seprti nenek sihir. Entah apa yang mau dikatan Nana. Nana pun berusaha memutar otak untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kenapa dia menolak untuk masuk klub drama. Dia takut Rika menjadi marah padanya.
“Kak…”,perlahan Nana mengeluarkan suaranya. “…jadi begini…”,belum sempat Nana melanjutkan penjelasannya, Rika sudah memotongnya.
“Oke..oke!sudah ya! Kita semua ngerti kok! Tapi kamu pasti tertarik dengan yang satu ini,” kata Rika seraya menyodorkan sebuah pamflet. Nana pun membacanya dengan seksama. Dan Nana pun menemukan suatu hal yang menarik.
APAKAH KAMU BERANI MENGUAK MISTERI YANG SAMPAI SAAT INI BELUM TERUNGKAP DI SEKOLAH TUNAS HARAPAN?

Kata-kata tersebut membuat Nana diam seribu bahasa. Bingun,hanya kata itu yang bisa mengekspresikan keaadaan Nana saat ini. Tapi dia berusaha untuk mengeluarkan suaranya.
“Jadi…kalian?,”, tanyanya heran.
“Yupz!! Dan perlu kamu tahu, yang kita tawarin ini cuma kamu lho! Jadi pikirkan baik-baik ya! Oke..eehh hampir lupa. Edo,jangan lupa pamfletnya ya!”, jelas Rika panjang lebar.
“Huff..nyapek-nyapein ane aja sih!ya sudah lah!”, keluh Edo dengan wajah memelas bin gak ikhlas. Lalu dia menghampiri Nana.
“Eehh,gimana? Tertarik gak? Ini”our secret mission” lho!!”,tukas Edo
Hah? Nana berpikir kalau dirinya sekarang sedang bermimpi. Hari pertama sekolah,sudah di tawarin dengan sebuah klub yang menurut dia yang tidak biasa.

@@@@@@@@

Hari pertama setelah MOS, all is new!
Dari teman(yang sepertinya terdiri dari berbagai macam kegilaan jadi satu di kelas ini), ruang kelas(jelas,lah!), gurunya(sudah pasti), dan klub(kalau yang ini Nana sendiri masih bingung).
Kesan pertama yang didapatkan Nana adalah biasa saja. Beruntung kali ini Nana ini teman sebangkunya perempuan. Nana sudah bosan kalau disuruh duduk sebangku dengan anak laki-laki .
“Hei,kok melamun aja? Padahal baru hari pertama, kok kelihatannya loyo?”, sapa Kikan,teman sebangku Nana yang baru. Sapaannya membuyarkan lamunan Nana.
“Eeh..iya! Cuma perasaan kamu aja kali, aku gaklyo,kok!! Cuma belum terbiasa saja dengan suasana baru! Ditanbah aku juga lagi banyak pikiran,nih!”, jawab Nana panjang lebar.
“Banyak pikiran!du ilee..segitunya! Cerita-cerita dong sama aku,jangan dipendanm sendiri saja, kan seperti lagunya Vierra “Dengarkan Curhatku”,betul gak?
“Hehe..ni soal klub. Kemarin aku ketemu sama klub yang gak biasa. Aku ditawarin masuk klub itu, tapi….”,jawab Nana
“Tapi kenapa..”, tanya Kikan penasaran.
“Aahh..sudahlah…aku binging mau ngejawab gimana..”, jawab Nana sambil tersenyum simpul.
Kikan Dn Nana pun melanjutkan obrolan mereka sampai bel pergantian jam pelajaran.

@@@@@@@@

Di ruang klub drama, para pengurus sedang mensosialisasikan progja mereka masing-masing. Giliran pertama adalah sang ketua, Ndoi..
“Progja ane kali ini adalah menggelar festival budaya dan sastra, nah terus kita matengin anggota baru biar lolos liga teater tahun ini. Oya,satu lagi, jangan lupa kita kupas tuntas apa yang ada di seolah ini.OK! Sekian!”, jelas Ndoi dengan singkat, padat, dan jelas.

Giliran kedua, Edo. Dengan gaya cool-nya, dia berjalan perlahan kearah meja utama.”Buat suatu gebrakan baru!,festval budaya Indonesia, gimana? Bagus kan ide ane?”, tanya Edo dengan penuh rasa percaya diri.
“Wah,ide ente keren tuh, masuk list dulu ya!”, kata Ndoi sambil duduk santai di atas sofa.
“Eeiits..jangan lupa ”operasi bunga”, OK!”,tambah Edo.
Akhirnya giliran penguurus lain pun tiba. Kali ini adalah giliran seprang ank perempuan berwajah manis nan oriental yang akrab di panggil Cici. Kali ini di sudah siap dengan gaya seperti seorng juru kampanye yang akan menyampaikan orasinya.
”Kita harus balas kekalahan kita tahun lalu dengan membawa pulang piala liga teater tahun ini. Dan kalau bisa jadi juara pertama..Sekian! Bos,Enkong..bangun dong!jangan tidur aja kerjaaannya!”, kata Cici dengan tegas. Dia kesal dengan kelakuan si Bos dan Engkong. Mereka berdua dari tadi hanya diam saja d sofa nan empuk. Mereka tertidur pulas. AKhirnya mau tidak mau jurus pamungkas pun digunakan. Kaus kakinya si Bos yang terkenal baunnya seseantero sekolah. Bahkan pemiliknya pun tidak tahan dengan baunya. Kaus kaki itu pun di dekatkan ke hidung Bos dab Engkong. Tanpa menunggu waktu lama, mereka pun terbangun dari tidurnya. Setelah sadar mereka bergegas kekamar mandi. Yang lain sih tahu tujuan mereka kesana untuk apa.

“Nah..progja-progja kita sepertinya sudah matang. Tinggal kita sosialisasikan saja ke anggota-anggota baru. Iek, berapa anak baru yang sudah terdaftar?”, tanya Ndoi.
Iek pun dengan sigap mengambil salinan biodata para angggota baru.”Lumayan nih. Tapi baru 15 orang. Target kita kan minimal 30 orang”,jelas Iek alias Rika
“Tidak masalah. Pokoknya 15 orang itu kita bina ampai benar-benar siap dan matang. Target kita tahin ini harus tercapai. Setidaknya kita bisa masuk pennyisihan liga teater itu juga sudah cukup.”, jelas Ndoi.

“Interupsi!! Bagaimana tanggapan anak OSIS? OSIS kan sudah menganggap kita tidak ada?”, celah Edo.
“Edo,ente punya prinsip atau gak sih? Kita harus bisa tunjukkan kalau kita bisa lepas dari bayang-bayang OSIS”, jawab Ndoi dengan tegas.
Suasan di ruabg itu pun hening sesaat. Merka sedang memikrkan kata-kata Ndoi. Kata-kata itu seperti pemberi semagat bagi mereka. Itulah kepripadian Ndoi yang sebenarnya, pantang menyerah.

“Oya..ane hampir lupa, Adik ente mana, Do?”, tanya Ndoi setelah emosinya agak mereda.
“Gak tahu! Mungkin di kelasnya, X1. Cari saja!”, saran Edo.
“Eemm..dia manggil ente kakak kan, memangnya kamu orang bersaudara ya?”, tanya Ndoi dengan rasa penasaran.
“Sebenarnya sih enggak, kebetulan kita ini tetanggaan sekaligus ane kakak kelas dia dari SD, Bosan aye ketemu dia terus, eits...ada pa ini? Tumben ente nanya kayak gitu?", tanya Edo dengan gaya sok detektif.
"Jangan mikir yang aneh-aneh!!..ane cuma mau nanya doang kok. Jangan suuzon dulu jadi orang!", sergah Ndoi. "Ya, kayaknya anak itu asyik aja! Jaga tuh anak baik-baik!", pesan Ndoi dengan sok bijaksana.


@@@@@@

TING...TONG...TING..TONG..Bel istirahat pun bebbunyi. Anak-anak X-1 sampai kelas X yang lain pun berhamburan ke arah kantin. Sama saja dengan Nana, karena cacing-cacing yang ada dalam perutnya sudah menari-nari menarikan ritual minta makan, mau tak mau Nana langsung tancap gas juga. Ketika berjalan di koridor, dia melihat sekumpulan anak-anak cewek sedang ngerumpi di depan kelas 11 A 3.
"Eeh...kamu tahu gak siihh..?? katanya si Indri lihat ada cewek melayang di WC putri", kata salah Caca, nama anak cewek itu. Nana mengetahui nama-nama anak cewek tersebut dari tag nama yang mereka kenakan.
"Iih..yang bener? Salah lihat kali..Zaman sekarang kok ada yang kayak gitu!!", sergah Dewi.
"Tapi..ada yang sudah jadi korban juga lho. Aku sih masih ragu dengan kabar ini", kata Riri ragu.

Nana sedikit merinding dengan apa yang dia dengar. Tapi Nana acuh tak acuh saja. Didalam otaknya kini hanya ada satu tujuan. KANTIN!!

Lega juga rasanya sudah sampai dikantin. Kali ini dia duduk manis di sebuah meja sambil menunggu pesanannya, mioe ayam spesial!!. Gak perlu makan waktu lama, Si Abang dengan sigap nganterin pesanan Nana ke mejanya.
"Akhirnya datang juga..duh kayaknya enak banget nie!! Makasih ya, bang!", kata Nana
"Waahh..anak baru ya? Selamat datang kalau begitu, Betah disini ya, Neng!", jawab si Abang ramah seraya meninggalkan meja Nana setelah mengantarkan pesanan Nana.

Nana pun memulai ritual makannya dengan membaca doa. Setelah itu Nana langsung melahap suapan pertama. Dengan cepat Nana menghabiskan satu mangkok mie dalam waktu kurang dari 10 menit.

Akhirnya selesai juga sesi makan kali ini. Nana pun langsung beranjak dari kursi temppat dia duduk sambil membawa mangkok mie ayam yang telah kosong.

“Wahh..enak banget, Bang! Kayaknya saya bakal jadi pelanggan tetep nih!”, canda Nana.
“Aih,si eneng! Bisa aja! Padahal mie ayam ni mah biasa aja. Eh..Abang hampir lupa, semuanya Rp.5000,00.”, jawab si Abang
“Alamak! Murah banget, Bang! Rajin deh saya kesini! Oya, saya mau nanya ni. Apa bener ada gossip tentang cewek melayang di WC putri?”, tanya Nana tanpa langsung ke titik sasaran. Si Abang pun kaget mendengar pertanyaan Nana itu. Si Abang pun agak ragu untuk menjawab pertayaan itu.
“Aduh..gosipnya sudah sampai kedengaran Eneng ya? Abang juga bingung mau ngejelasinnya kayak gimana. Emang di sekolah ini dari dulu sering ada gossip hantu gentayangan. Dan banyak yang jadi korban juga. Duh, sudah ah, Neng!. Pokoknya Neng hati-hati aja ya!”, kata si abang menasehati Nana panjang lebar. Nana hanya bisa mengangguk saja.

Setelah dari kantin, Nana cepat-cepat berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya. Di jalan dia melihat lagi anak-anak cewek yang ngobrolin hal-hal serem. Nana masa bodo aja. Dia terus berjalan dan dia pun melewati ruang klub drama. Tiba-tiba ada yang keluar dari pintu.
“Hei, ayo masuk!”,. Seseorang menarik paksa tangan Nana…

@@@@@@@

“Kamu sudah tahu kan beritanya?”,. Suara Rika serasa suara alrm kebakaran yang mengagetkan Nana. Sementara Cici sedang sibuk membongkar laci meja untuk mencari rekapan berkas.
“Berita tentang hantu cewek di WC putri, ya bukan?”, kata Nana
Rika hanya terdiam. Dia hanya mengangguk pelan. Dia berpaling kearah Cici yang dari tadi sibuk ngubek-ngubek laci dan hasilnya sekarang di sekitar meja itu berantakan banget!
”Ci..dah ketemu belum? Cepetan donk! Udah mau masuk ni!!”, perintah Rika
“Aduh..nanti aja deh!! Sekarang itu urusannya hantu cewek itu! Minta Ndoi aja sana!!”, sergah Cici sambi terus mencari rekapan berkas.
“Nana a.k.a nenek sekarang kamu punya tugas penting! Cari tahu informasi tentang hantu cewek itu. Terus lakukan penyelidikan sama Edo!! Ngerti!!”,
Ampunn….gila ni orang!! Ngasih kerjaan aneh-aneh aja! Nana pun sudah geleng-geleng kepala gak ngerti.

@@@@@@@

Guling sana..guling sini…itulah kerjaan Nana malam ini di atas tempat tidurnya. Dia pusing mikirin tugas aneh bin nganar yang dikasih sama Rika. Belum lagi tugas database pribadi yang harus dikumpul besok pagi. Kepala Nana sudah pusing tujuh keliling. Tiba-tiba lagu After Dark mengalun dari handphone Nana.
“ Halo..Assalammualaikum..”,
“Wa’alaikummussalam…malem”, jawab orang yang disana
“Hee….ni siapa? Kok pake nomor pribadi segala?”, tanya Nana curiga
“Ni Edo!! Lagi ngapain, Dek?”, kata Edo sok manis
“Lagi ngerjain Database pribadi..duh Kak… Tugas dari Kak Rika nganar banget!”, kata Nana pasrah.
“Ahhh…Kakak tahu!! Soal hantu WC kan…? Gampang! Nanti Kakak bantuin!”, jawab Edo meyakinkan .
Sumpah..tumben banget Edo sebaik ini nolongin aku. Itulah suara hati Nana saat ini.
“Tapi…tahan angin malem gak kamu, Dek? Kita nyelidikinnya malem lho!! Biar lebih seru!!”, jawab Edo semangat.
“Hiii..aku mikir-mikir dulu deh….ya udah. Nana ngantuk! Assalammu’alikum!!”,
“Wa’alaikummussalam..nice dream ya, Dek!”, TUT..TUT..TUT..
Percakapan singkat itupun berakhir.

@@@@@@@

“Kumpulkan Database kalian. Dalam hitungan kelima kalau belum juga dikumpul, tidak akan Ibu terima”.
Suara Ibu Meli menggema seantero kelas. Secepat kilat anak-anak X-1 mengumpulkan database mereka masing-masing. Nana masih setengah sadar pagi ini. Dia berusaha untuk bangun dari kursinya dan berjalan kearah meja guru untuk mengumpulkan tugas. Semalam, Nana baru bisa tidur jam 1 pagi karena harus lembur ngerjain tugas. Jam 4 pagi Nana biasa bangun untuk sholat tahajjud. Nana tidak bisa tidur lagi, ya akhirnya dia terjaga sampai selesai sholat shubuh.

Hari ini terasa sangat membosankan untuk Nana. Kejaan anak-anak kelas X-1 kalau jam kosong adalah main gitar. Ya, walaupun baru seminggu suasana akrab dan nyaman sudah terasa. Nana menyukai kelas ini. Tiba-tiba ponsel Nana bergetar menandakan ada sms masuk. Sms itu dari Kak Edo
“Dek, istirahat nanti ke sekret ya! PENTING!! Ok! Pulang sekolah temenin Kakak ke toko buku sebentar ya!”
Sejenak Nana membaca sms itu. Dia lalu melohat kearah jam kelas. Jam sudah menunjukan pukul 9.15, sebentar lagi waktunya istirahat., pikir Nana

@@@@@@@

Bunyi gemericik air terdengar dari sudut toilet putri. Salah seorang siswi sedang mencuci wajahnya di wastafel. Dia masih mengenakan kaos olahraga dan dia terlihat sangat capek.
“Huf..gosip murahan itu sudah menyebar rupanya. Mana ada hantu gentayan di sekolah ini..Itu hanya akal-akalan mereka saja supaya muruid-murid disini takut”, gumamnya pada dirinya sendiri.
Entah kenapa tiba-tiba ada sesuatu yang dia rasakan. Entah apa itu..
Lalu dia mendengar sesuatu, seperti suara tawa seorang perepuan. Siswi itu pun hanya menganggap itu adalah suara anak yang lain yan ada dalam toilet itu.
“Ahh…Denisa ya? Gak mempan, Des. Gak mempan!!”, kata anak itu
“Tiba-tiba pintu salah satu WC berderit. Siswi itu masih sibuk merapihkan rambutnya.
“Dasar..perlu diasah lagi kejahilanmu Den!”, gumam siswi itu. Seorang anak cewek keluar dari WC dengan tampang jahil. Denisa, dia hanya tertawa sejak keluar dari WC dan sekarang berjalan menghampiri siswi tadi.
“Yu..yu..emang susah mau ngejahilin kamu. Gak ada yang mempan! Salut dehh..!!”, gurau Denisa
“Ya, aku sih gak percaya ma hal-hal mistis kaya gitu. Kalau pun emang ada, itu juga jin yang jadi hantu. Kita banyak-banyak ibadah dan minta perlindungan dari Allah. Dan, jangan coba-coba “menganggu”, ngerti gak?”, kata Ayu bak dai’ah yang sedang ceramah
Denisa henya mengangguk pelan. Tapi, samar-samar dia melihat seseorang
“Ayu, kamu lihat gak tadi. Kayak ada anak cewek lewat deh!”, ujar Denisa sambil matanya megarah ke sudut toilet
“Cuma perasaan kamu aja kali! Duh..kayakya itu pertanda kalau kamu mau ke kantin. Ya sudah. Buruan,ah!”, ajak Ayu
Denisa hanya bisa diam sambil mengikuti Ayu berjalan kearah pintu keluar. Ketika hampir sampai di pintu keluar, seorang anak cewek berpakain seragam putih abu-abu menghalangi langkah mereka.
“Eh..permisi mbak. Kita mau keluar, numpang lewat ya?”, bujuk Denisa
Cewek itu hanya terdiam tanpa sedikit pun memalingkan wajah ke arh Ayu dan Denisa. Ayu hanya heran dengan tingkah cewek ini. Apa maksudnya dia tidak membiarkan mereka berdua lewat. Tapi Ayu cuek saja. Dia lalu menarik tangan Denisa dan langsung kearah pintu.Tapi, cewek tadi menampik tangan Ayu dari pegangan pintu. Ayu dan Denisa kaget. Mereka tak percaya apa yang mereka lihat. Tangan anak cewek itu berlumur darah dan ada banyak sekali bekas luka baker di telapak tangannya. Denisa merasa ngeri melihatnya. Cewek itu memalingakan wajahnya kearah mereka berdua.
Hanya teriakan yang bisa dikeluarkan Denisa. Sementara Ayu menahan ketakutannya. Dia berusaha keluar dari toilet bersama Denisa, tapi cewek itu menahan tangannya. Cewek itu memegang sesuatu di tangan kirinya. Ayu berusaha melawan tapi, kekuatan cewek sangat kuat mengunci tangannya. Benda itu terlihat menyilaukan. “PISAU!! AYU,AWAS! DIA PEGANG PISAU!!”, teriak Denisa
Ayu sadar kalau yang dipegang cewek ini adalah pisau. Dia tetap berusaha melepaskan diri dari cengkraman cewek itu. Tapi tiba-tiba darah mengucur dari kaki Ayu. Ayu meringis kesakitan. Sementara Denisa hanya terpaku di tempat di berdiri. Dia ingin menolong, tapi cewek itu tiba-tiba sudah ada disampingnya. Denisa amat ngeri melihat darah yang ada di pergelangan tangan cewek itu. Entah..sekarang dia merasa kalau dia merasa perih, makin lama makin perih. Dia melihat celananya sudah tersayat dan kulitnya mengeluarkan darah.

“AAAKHHH………!!!TOLONG!!!!”, teriak Denisa dan Ayu. Cewek itu seketika menghilang bak debu. Mereka berdua berusaha menahan sakit dan mencoba untuk berdiri dan keluar dari toilet putri…


@@@@@@@@

Suasana di ruang klub rasanya sedikit menegangkan. Ndoi dan Rika dari tadi hanya duduk di sofa sambil kelihatannya memikrkann sesuatu.
Nana juga hanya bisa diam. Dia tahu, kali ini Ndoi dkk. Mau membicarakan soal penyelidikan “hantu WC”.
“Ok, kali ini kita akan membicarakan soal lomba kabaret yang akan diadakan 2 minggu lagi. Kali ini kita ikutan kabaret Anime dan Game. Ane harap ente-ente semua pada mempersiapkan diri dengan matang”, jelas Ndoi seraya memulai pembicaraan.
“Nah, aku dan Ndoi udah berunding tema apa yang mau kita ambil. Temanya” The Limited Edition of Death Note”, gimana?”, jelas Rika
Nana kaget bercampur lega karena yang dibicarakan bukan soal rencana menguak ‘hantu WC”, tetapi tentang lomba kabaret.
Terdengar suara ribut-ribut dari luar.
Sontak Edo yang dari tadi melamun langsung bangun dari kursinya dan berjalan kearah pintu.
“Woii…ada apaan sih?? Ribut amat!!”, kata Edo sedikit kesal sambil membuka pintu
Salah seorang dari kerumunan itu pun menghampiri Edo setelah Edo memanggil namanya.
“Bro, ada apaan sih? Kayak sekolah kita lagi kebakaran aja!”, tanya Edo penasaran
“Ada 2 anak kelas 12 yang terluka di WC putrid. Kaki mereka ngeluarin darah gitu. Hii…pokoknya kayak abis gimana gitu…serem ah! Udah ya, aku buru-buru ni!”, jelas anak itu
“Aih..ya sudahlah. Makasih, Bro!”,.Setelah itu anak itu pun pergi. Edo kaget bercampur heran. Daripada dip using mikirin hal ini terlalu lama, mending dia omongin aja ke anak-anak.

Ndoi bingung melihat tingkah muka Edo yang masem.
“Do, kenapa ente? Kayaknya habis kena shock therapy aja!”, gurau Ndoi
“Tadi ada rebut-ribit di depan. Nah,katanya anak kelas 12 ada yang luka-luka gitu. Gak tahu kenapa”, ujar Edo
Nana tiba-tiba teringat tentang rumor hantu WC yang beredar. Apa anak kelas 12 itu juga korban si hantu WC itu. Ah, gak mungkin, pikir Nana.
Ndoi pun berpikir sejenak. Dia juga merasa ada keanehan dengan kejadian itu.
Ndoi pun berjalan kearah meja depan
“Pasti ada dalang di balik kejadian ini, mustahil kejadian ini terjadi begitu saja. Pokoknya kita harus selidiki! Ane punya firasat tentang dalangnya”, ujuar Ndoi tegas.”Tapi, yang pertama harus diprioritaskan adalah kabaret. Mulai besok kita latihan setelah pulang sekolah. Setuju gak? Kalau ada yabg gak setuju, angkat tangan!”.
Tak ada yang mengangkat tangan. Semuanya setuju. Waktu sudah menunjukan pukuk 9.55, sebentar lagi bel masuk. Nana pun minta izin untuk kembali ke kelasnya.” Kak, Nana balik ke kelas duluan ya!”.
“Oh..ya sudah! Jangan lupa jadwal kita besok ya, Nek!”, jawab Ndoi
“Aye juga balik dulu, ada tugas yang belum kelar. Yo,sampai besok!”, kata Edo seraya mengikuti Nana keluar dari sekret

Edo pun menemani Nana ke kelasnya. Mereka sudah seperti kakak dan adik. Di SMA ini mereka lebih dekat daripada biasanya. Dulu, waktu SD atau SMP, Edo gengsian banget. Tapi, sekarang Edo agak berbeda.
“Dek, jadi gak nemenin Kakak ke toko buku?”, tanya Edo penuh harap. Sebenarya Nana malas nemenin Edo, Tapi kebetulaN dia juga sedang mencari modul kimia. Jadi dia pikir sekalian saja bareng Edo.
“Eh..ya sudah! Ada yang mau aku cari juga. Tapi gak pake lama lho, Kak! Kan udah tahu Mama gimana orangnya.
“Iya..adekku yang cerewet! Nanti biar Kak Edo yang bilang ma Mama kamu! Nanti kaka traktir makan ya!Ok!”, kata Edo smbil mencubit pipi Nana yang tembem.
“Kak! Udah ah! Sakit tahu! Pokoknya Nana gak mau dimarahin gara-gara pergi ma Kak Edo!”, jawab Nana ketus.
Tangan Edo kemudian mengacak rambut Nana.” Iya adekku sayang! Udah sana masuk kelas! Nanti gurunya keburu masuk. Dagh..!”. Edo pun berlalu menuju kelasnya. Nana pun masuk di kelasnya. Sampai di kelasnya, Nana di sugihi gossip terbaru..

@@@@@@@

"Dera, kamu di bagian dubbing! Suci, peran kamuadi Misa Amane, hapalin naskakahnya! Semuanya sudash kebagioan peran kan? Nah seekarang, kita pemanasan dulu ya! Ayo, 8 hitungan! Milai dari kanan! Mulai!". Ndoi mengimando anak-anak baru dalam latihan kali ini. Mereka semua berlatih di aula. Karena waktunya cuma 2 minggu, jadi mereka harus berlatih sungguh-sungguh. Nana pun kebagian tugas yang amat penting. Bagian kostum. Edo kebagian peran menjadi Yagami Light. Dengan tampang loyo begitu, Nana sangsi kalau Edo bisa dapat peran Yagami Light yang terkenal keren itu. Sementara Ndoi sendiri, dia di daulat anak-anak untuk menjadi Near. Kalau ini, Nana setuju 100%. Kak Ndoi memang cocok banget!

Sesi pemanasan pun selesai, dilanjutkan dengan sesi latihan pernapasan. Anak-anak baru, termasuk Nana. Mereka berusaha menahan napas selama 1 menit, tapi boro-boro berhasil. Mereka sudah seperti ikan mujair keluar dari kolam, mangap-mangap semua.

"Ayo ,semangat!! Nah, sekarang latihan pakai skenario dulu. Setelah itu latihan hario ini selesai. OK!! Ayo, milai dari yang jadi Naruto!". Rika mengambil alih komando.
Anak-anak baru berusaha semaksimal mungkin, Tanpa terasa 1,5 jam telah berlalu.Ndoi dkk pun membubarkan rombongan anak-anak baru setelahmemberikan memberikan jadwal latyihan kepada anak-anak baru. Ndoi dkk termasuk Nana duduk sebentar sambil membicarakan sesuatu

"Latihan hari ini lumayan! Anak-anak baru sudah mulai serius!", ujar Ndoi lega."Oh, hampir lupa rencana kita. Kebetulan informasi tentangb hantu WC sudah banyak kita dapatkan. Nah, kebetulan lusa libur. Kita mulai penyelidikan kita. Gimana", timpal Ndoi.
Anak-ank yang lain sih menngangguk saja tanda setuju. Tapa, Nana sepertinya ragu dengan rencana Ndoi yang terkesan nekat itu.

"Kak...apa gak terlalau nekat? Siapa tahu ada oknim-oknum yang mau ngerjain kita aja", celah Nana. Ndoi yang dari memperhatikan perkatakaan Nana hanya bisa tersenyum simpul. "Dek...dek..tenang aja. Kalau beneran ini cuyma kerjaan orang iseng, kita bongkar kedoknya. Nah,rumor tentang hantu WC itu pun selesai sudah. Kita semua bakal turun kok lusa. Tenang aja!", ujuar Ndoi menenangkan Nana yang gelisah.
Edo,Rika, Engkong, Cici, Bos semuanya mengacungkan jempol mereka ke arah Nana. Itu tandanya kalau semua akan baik-baik saja. Nana yang tadinya gelisah, sekarang sudah merasa tenang. Dia berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya untuk ikut dalam penyelidikan itu.
Sementara itu, ada yang tidak senang dengan ap yag mereka kerjakan.....

@@@@@@@@

Makin hari, makin banyak rumor tentang hantu gentayangan di sekolah in. Bukan hanya rumor hantu WC, sekarang malah bertambah jadi suster ngesot,. ad yang bilang lihat pocong lah, orang gantung diri lah..duh macem-macem deh.
Malam ini adalah malam minggu, malam yang asyik buat pacaran(du..kayak lagu dangdut aja). Tapi, hal ini tidak berlaku buat klub drama yang di gawangim oleh Ndoi. Misi rahasi inicuma mengikutkan satu anggota baru mereka, Nana. Malam ini , Nana sudah siap dengan perlangkapan seadanya, antara lain senter, tali, jangkar kecil, dan yang ketinggaln sarung. Di pikir-pikr buat apa Nana bawa sarung segala. Edo aja males bawa sarungnya sendiri, malahan adeknya yang satu ini yang notabanenya perempuan malah bawa.

Nana dengan susah payah mendapatkan izin dari mamaya untuk keluar. Alasannya adalah Nana itu perempun gak pantes keluar malam,walaupun dengan Edo tetangga yang sudah dianggap keluarga dalam keluaraga Nana. Mau gak mau Edo sendiri harus turun tangan untuk dapetin izin dari Mamanya Nana. Akhirnya setelah 1000 bujuk rayu ala Edo diluncurkan, hati Mamanya Nana pun luluh juga. Dengan satu syarat, pulang-ppulang Nana gak boleh kenapa-napa. Namanya jaug aanak satu-satunya, jadinya Mama protektif banget.

Kita kembali ke sekolah, Ndoi dkk sudah standby di pintu belakang sekolah. Mereka sudah siap dengan perlengkapan masing-masing. Nana dan Edo pun smapai juga. Motor Edo di parkirin di rumah salah satru sohibnya yang rumahnya memang di belakang sekolah.
Setelah itu, Ndoi memberikan aba-aba untuk masuk ke dalam sekolah. Bos dan Engkong sudah berada di dalam gedung, berusaha untuk menyadad CCTV sekolah agar mereka gak ketahuan. Tapi kalau mereka berhasil membokar siapa dalangnya, CCTV itu akan di hidupkan da rekamannya akan di kasih sama kepsek. Sungguh rencana yang gila dan penuh resiko.
Mereka pun memulai aksi mereka…

@@@@@@@@

7 orang sudah berpencar k eke tempat-tempat yang di curigai sebagai tempat penampakan. Ndoi memelih lokasi kebun belakang sekolah bersama Bos. Nana dan Edo mengambil posisi di WC putri, sementara itu Rika, Engkong, dan Cici standby di dekat gudang. Semuanya sudah bersedia dengan alat konunikasi semacam ipod mini yang bisa di selipin dimana-mana. Persiapan ini mereka lakukan supaya setiap pembicaraan mereka tidak disadap oleh pihak-pihak jahil.

“Kak, disini memang tempatnya. Katanya sering ada suara cewek merintih gitu”. Tukas Nana. Mereka akhirnya memberanikan diri untuk memasuki toilet itu. Kesan pertama yang mereka dapati adalah biasa saja. Tak ada yang aneh. Edo dan Nana pun sepakat untuk menyisir toilet itu. Tak lama berselang, mereka menemukan sedikit keanehan. Terdapat sesuatu seperti potonagn karet di WC paling ujung. Bentuknya agak menjijikan, seperti kulit koreng. Edo pun mengambilnya dengan hati-hati. Pertamanya Nana merasa jijik melihatnya, tapi setelah melihatnya sekali lagu, dia yakin itu adalah kulit palsu, seperti yang sering di gunakan di film-film.Edo dan Nana semakin yakin bahwa si hantu WC ini adalh orng jahil yang menyamar. Edo pun langsung mengontak Ndoi dan Rika, tapi anehya tidak ada yang menjawab. Nana dan Edo pun berjalan kearah pintu keluar sambil terus berusah menghubungi Ndoi dan yang lainnya. Tiba-tiba Nana merasakan bulu kuduknya merinding. Dia meras ada yang mengawasu mereka sejak tadi.
“Kak, Nana ngerasa ada yang ngawasin kita dari tadi deh..”, gumam Nana gelisah. Edo hanya tertawa kecil. Akhirnya mereka keluar dari WC putri itu. Perasaan Nana jadi lebih tenang.
“Nana, pintunya belum rapet tuh, rapetin gih!”, kata Edo menunjuk kearah pintu yang belum tertutup rapat. Nana pun segera menutupnya. Tapi, matanya mena ngkap sesuatu yang aneh yang telihat dari dalam toilet. Seorang anak cewek dengan seragam putih abu-abu yng kumal terlihat memegang sebilah pisau berlumur darah. Rambutnya tergerai menutupi wajahnya. Dia memngangkat perlahan tangannya seperti orang yang siap membunuh. Dia mengarahkan tangannya kearah Nana. Nana sangat ketakutan saat ini. Buru-buru dia menutup pintu iu rapat-rapat. Cewek itu mengambil 100 langlah dengan penuh hasrat membunuh. Edo sontak terkejut, dia juga sekilas melihat cewek itu berjalan karah mereka. Untuglah Nana sudah menahan pintu toilet dengan kayu yang digunaknnya sebagai palang. Edo langsung menarik tangan Nana dan mereka pun berdua kabur secepat=cepatnya mencari Ndoi dan yang lainnya.

@@@@@@@

“Astaghfirullah….cepetan kabur!!! Gila, tuh orang apa orang!! Dia ampe bawsa arit segala!
Kali ini yang dikejar-kejar”hantu” adalah tim Rika, Cici, dan Engkong. Tanpa sengaja Engkong membuat gad8uh d dekat gudang. Entah kenapa,seorang bapak tua bertamapng sangat mengerikan muncul dan mengejar mereka sambil membawa arit. Mereka pun langsunga lari ke arah gedung sekolah.
Untung-untrung Engkong otaknya paling encer. Dia dari tadi cuek aja, padahal mereka dikejar oleh”hantu”. Kebetulan rute yang mereka lewati adalah jalan masuk ke 2. Krena ada tiang penyangga di kedua sisinnya. Engkong secepat mungkin melilitkan tali nilon ntuk menahan si”hantu”. Mereka pun terus berlari terus. Sementara itu si “hantu” itu pun jatuh tergeletak. BRUKKKHH…suara itu terdengar oleh mereka bertiga. Rencana mereka pun sukses. Tinggal rencana selanjutnya…

@@@@@@@

Ndoi kehilanga kontak dengan 2 tim lainnya. Mereka berhasil menangkap 1”hantu” yang sering berkeliaran di kebun belakang. Pikiran Ndoi ternyata benar. Hanya orang iseng. Ndoi berencana mengumpulkan orang-orang ini di gedung sekolah, tapi sepertinya tak mungkin. Ndoi mengkhawatirkan Edo dan Nana. Bagaiman keaadaan mereka di toilet putri?
Tapi, tiba-tiba martanyamenangkap bayangan sesuatu. Mereka Edo dan Nana. Untuk saat ini, ketajaman mata Ndoi sangat dibutuhkan. Dia melihat mereka berdua dikejar oleh cewek berseragam. Ya, Ndoi ngerti. Mereka bertiga mau membawa si cewek itu ke sini, kebun belakang. Tapi, mereka berdua sepertinya kewalahn menghadapi cewek itu. Rupanya Bos sudah bisa mengontak Rika. Rika pun menjelaskanh apa yang terjadi di dekat gfudang. Saat ni mereka sedang melaksanakn rencana alternative, Ndoi pun langsung terhubung dengan Cici. Ndoi inigin Engkong bisa melakukan apa yang Ndoi minta. Mereka bertiga pun menyanggupinya…..

@@@@@@@@

“Makasih banget ya! Kalau kalian gak cepet-cepet, udah abis kali kita berdua sama cewek itu”. Edo dan Nana udah ngos-ngosan karena daritadi mereka berdua berlari mengitari gedung sekolah untuk menghindari si cewek WC itu. Kali ini mereka bertiga berhasil untuk menangkap 3 pengacau sekolah akhir-akhir ini. Bos dan Engkong sedang sibuk mengurus ketiganya. Mereka bertiga sedang dalam keaadaan tidak sadar kalau mereka sedang di hipnottis oleh Bos dan Engkong. Inilah keunikan mereka berdua. Mereka menguasai ilmu hipnotis sejak SMP dan kemampuuan ini hanya keluarga dan teman-teman terdekat mereka.
“Nah, sudah selesai! Silahkan, Ndoi!”, kata Enkong mempersilahkan Ndoi untuk mengintrogasi mereka bertiga..
“Hmm….kena kalian bertiga. Nah, sekarang langsung aja ya, siapa dalang dibalik semua ini. Kali ini mereka bertiga sudah lepas dari pengaruh hppnotis, mereka hanya didudukkan di kursi kayu yang ada di kebun itu, Tak ad yang menjawab, mereka semua gemetaran. Tapi terlihat cewek berseragam kumal itu berusah mengeluarkan suaranya dan berkata,”Dalang dari semua ini adalh anak OSIS. Mereka ingin rumo yang dulu sudah lama hilang kembali menyebar lagi. Mereka ingin mengusir beberapa anak yang mereka tidak sukai. Termasuk kalian klub drama. Mereka sudah tahu reputasi kalian. Tahun kemarin, kalian menguak beberapa bandar narkoba dan penjudi. Di tambah lagi, ad salah satu siswa yang berprofesi jadi germo. Kalin mengungkap itu semua di depan umum. Dalang dari semua itu adalh anak OSIS. Kali n, mereka ingin melihta kemampun kalian sampai mana untuk memecahkan kasus ini”, jelas cewek itu panjang lebar. Mereka semua yang ad disitu kaget, termasuk 2 pelaku yang lain. Mereka hanya bia pasrah karena rahasia mereka sudah terbongkar.
Ndoi pun berpikr sejenak.” Klian ku biarkan bebas! Tapi kalau sampai kalian berbuat macam-macam lagi, lihat saja apa yang akan kami lakukan. Peringatan ini tidak main-main. Aku sudah tahu kalian bertiga. Kalian adalah anak buah ketua OSIS. Aku hanya memperingatkan kali ini saja. Sekali lagi kalin buat keributan. Aku tidak mau tahu…”. Baru kali ini anak-anak melihat Ndoi semarah ini. Rupanya dia serius mau membersihkan nama Tunas Harapan yang lama tercoreng. Ketiga pelaku itu pun hanya tertunduk malu.
Bos dan Engkong pun melakukan tugasnya untuk meghilangkan menghipnotis mereka agar mereka kehilangan memori tentang apa yang terjadi malam ini.

Setelah selesai sesi kejaran-kejaran dengan para hantu. Mereka semua memutusakn pulang ke rumah mereka masing-masing. Tiba-tiba terdengar suar gedebuk dari arah belakang.
Nana pingsan….

@@@@@@@

Nana masih ngulet di atas tempat tidurnya. Dia masih tudak ingat kenapa tiba-tibba dia ada di kamarnya sekarang.
"Nana, bangun dong, jangan mentang-mentang hari libur kamu bangun siang. Gak bagus anak perempuan bangun siang. Cepet bangun gih!", bujuk Mamanya. Nana masih setengah sadar pagi ini.
"Oh..untung kamu semalem tidak apa-apa. Edo berkacamat dan Edo yang nganterin kamu pulang". timpal Mamanya. Nna mendengar perkataan Mamanya itu." Eh, anak berkacamata, Ndoi ya, Ma?", tanya Mama penasaran. Mamanya berusaha mengingat orang itu."Namanya Dimas, dia baik juga", kata Mamanya sambil tersenyum.
Untunglah hari itu hari libur. Jadi Nana bisa santai dari tugas sekolah.
Terdengar suara Mama dari lantai bawah."Nana, Edo ama terman-temannya dateng!". Cepat beberes!". Nana sontak Kagety, ngapain Edo kesini? bawa temen lagi..duh...

Nana pun turun ke ruang tamu untuk menemui Edo dan pasukannya. Nana kaget, karena dia melihat yabg datang adalah Ndoi dkk. Dengan memasang tampang manis, mereka sama-sama menyapa Nana."Pagi...Nana!!", sapa mereka serempak.

Mereka datang dalam rangka menjenguk Nana sambil membicarakan soal rencana kabaret yang tinggal seminggu lagi.

@@@@@@@

Hari pementasan kabaret pun tiba. Semua sudah siap dengan peran dan tugas masing-masing. Nana pun bersiap di belakang panggung untuk mempersiapkan kostum para pemain. Bos sedang ngurusin efek dan dan Dera mengurus dubbing mereka. Mereka tampildi sebuah j-festival. Pesertanya cukup beragam, mulai dari cosplayer dengan kostum uniknya, sampai peserta band yang habis-habisan make over demi tampil di acara ini.

Setelah menunggu satu jam.,tiba saatnya giliran mereka tampil. Ndoi dan kawan-kawan pun naik ke atas panggung. Awalnya sih berjalan lancar, tapi tiba-tiba sistem dubbing mereka mati. Sudah tentu mereka panik. Bos yang ada di belakang pun berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Tapai sampai 10 menit, suara dubbing mereka tidak keluar. Para penonton pun mulai bosan dengan hal ini. Begitupun dengan para juri. Tapi Ndoi langsung bertindak, dia pun memberikan aba-aba agar yang lainnya mengikurti dirinya. Ndoi meminta mereka untuk menuruskan kabaret meski tanpa dubbing. Mereka pun mengisyaratkan setuju. Mereka terus memainkan peran mereka dengan maksimal. Para penonton dan juri pun pun bertepuk tangan atas penampilan mereka.

Di belakang panggung, Nana sibuk memevereskan kostum da properti lainnya. Ndoi dan yang lainnya menuju ke belakang panggung. Edo pun tidak bisa menahan emosinya." Gimana sih!! Kok bisa ampe suaranya gak keluar hah?". Bos hanya diam saja. Nana pun segera menenagkan Edo." Kak, ini bhukan salah Abang,ada yang sengaja ngisengin kita!", ujar Nana. Rika pun meneneangkan Edo, Ndoi, Dan Bos. Mereka pun bersiap untuk pulang. Mereka memutuskan untuk tidak menunggu pengumumuman......

@@@@@@@@@

Hari yang lumayan. Nana sampai disekolah dengan wajah yang lesu. Sesempainya di kelasnya, dia mendapati ada sesuaru di atas mejanya. Burubg-burubg kertas tertata rapi dia ats mejanya.
"Nana, met ultah ya!!". Ya, hari ini Nana berulang tahun. Tapi mata Nana terfokus pada burubg-burubg kertas itu."Kan, ni semua kerjaan kalian ya?", tanya Nana. Kikan menggeleng. Kikan mengaku kalau burung-burung ini bukan buatan teman-teman kelas Nana. Tapi hal itu tidak dihiraukan Nana, iseng-iseng Nana membuka salh satu lipatan burub kertas itu. Itu ucapan selamat dari anak-anak klub drama untuknya...

@@@@@@@@
Pesta kecil-kecilan pun diadakan di sekret drama. Sekret drama yang tadinya adem ayem aja, sekarang di penuhi oleh canda tawa 6 pengurus dan juga Nana. Teriring doa untuk Nana. Tak lupa kado-kado unik dari para pengurus.

Tak terasa 1,5 jam telah berlalu. Mereka pun bubar. Hanya Edo,Ndoi,dan Nana yang masih di sekret. Mereka bertiga masih membereskan barang-barang yang berantakan. Setelah selesai, mreka tetap disitu. Ndoi ingin membicarakan sesuatu dengan Nana. Mungkin gak bisa dibilang pribadi antara mereka berdua, karena Edo masih ada disana nungguin Nana.
Suasana hening pun teras di sekret saat itu. Ndoi pun menunjkukan tampang yang lain dari biasanya. Edo hanya duduk santai di sofa nan empuk.
"Nana, Kakak suka sama Nana. Mau gak kamu jadi pacar Kakak?".
GEDUBRAK... Nana pun kagrt setenhgah mati...Apalagi Edo. Cocacola yang sedang diminumya pun muncrat.
"Eh..kok jadi kikuk gini ya? Duh..gimana ya, Kak..".Nana pun jadi bingung mau jawab apa.
"Ya..Kakak gak maksa kok. Terserah kamu mau jawab kapan..,ya sudah ayo kita pulang!!", jawab Ndoi.
Dengan pelan mereka bertiga keluar dari sekret.

@@@@@@@

Malam ini pikiran Nana terpecah untuk yang kedua kalinya. Lagu After Dark mengalun dari ponslnya. Kali ini nama Kk Edo terpampang di layar ponselnya.
"Napa Kak,Nana capek banget ni!!", keluh Nana
"Aih, gak kenapa-napa kok..ni soal Ndoi tadi siang.Jadi gimana??", tanya Edo
Sebenarnya Nan gak mau bahas hal ini dulu. Kepalanya terasa berat sekarang.Nana pun menceritakan ap yan dia rasakan saat ini. Edo pun mengerti dengan apa yang Nana rasakan.

@@@@@@

Hari ini Nana memutuskan untuk menjawab perasaan Ndoi. Tadinya dia takut kalau Ndoi bakal marah dengan apa yang akan dia katakana nanti, tapi Nan opun membulatkan tekad. Dia pun ditemani Edo menuju ruang sekret untuk bertemu dengan Ndoi. Sesuai dengan perkiraan, Ndoi sudah datang lebih dulu datang.

“Ndoi..gak apa-apa kalau aku nemenin Nana sekarang Aku gak bakal ganggu kalian berdua kok!”, ujar Edo meyakinkan. Mereka pun duduk berhadapan di bangku yang ada di samping meja. Ndoi sudah siap mendengar apapun pernyataan Nana nantinya.
“Kak…jujur Nana kaget waktu kemarin Kakak ngomongin tentang itu. Tapi, Nana yakin kalau…”, Nana ragu untuk melanjutkannya. Dia berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk diutarakan.
“…Nana yakin kalu Kak Ndoi itu cuma bercanda!”. Anehh..untuk kedua kalinya minuman Edo muncrat karena kagetnya. Edo gak menyangka kalu Nana bakal ngomong seblak-blakkan gitu ke Ndoi.
Ndoi juga yang sedang ngunyah makanan kecil juga tiba-tiba keselek. Buru-buru Nana mengambilakn air minum.
“Maafin Nana kak! Bukan maksud Nana buat..”. Nana pun berhenti karena Ndoi mengisyaratkan untuk berhenti bicara
“Uhuk..uhuk..ya sudah. Gak apa-apa kok..uhuk..uhuk..”, kata Ndoi dengan sedikit terbatuk-batuk.”Iya,,pikiran kamu memang bener!! 100 buat kamu!”. Timpal Ndoi.
Sekarang giliran Nana yang tercengan. Hah? Betulan nih? Tapi Nana nanggepin itu dengan santai aja hal itu. Tapi ada juga cewek yang terlampau ke PD-an. Nah kalu tahu cowok yang nembak dia cuma main-main, dia bakal syok berat.
Nana pun akhirnya lega. Dia pun mengajak Edo untuk kembali ke kelas masing-masing. Sebelum itu, Ndoi memanggil Nana.”Nana…tapi kalu kakak emang beneran suka sama kamu gimana?”. Hah?? Nana sih cuek aja. Dia pun berlalu meninggalkan Ndoi dan berjalan menyusul Edo yang sudah keluar lebih dulu.

@@@@@@
Tak terasa setahun sudah berlalu bagi Nana di Tunas Harapan. Setelah menyelesaikan ujian semester yang menguras pikiran, tibalah saat Nana untuk bersantai. Bertepatan dengan acara pelepasan kakak-kakak kelas 12, diadakn juga festival budaya. Festval budaya ini menarik banyak peminat. Ank-anak sekolah lain pun banyak yang datang. Progja-progja ank drama pun terealisasikan. Ide Edo tentang tentang Festival Budaya Indonesia didukung penuh oleh pihak sekolah. Pihak OSIS ynag tadinya berseteru dengan klub drama akhirnya berdamai. Para pelaku yang menyebarkan rumor tentang hantu sekolah pun tetap di jaga identitasnya dengan syarat mereka tidah akan mengulangi perbutannya.

Festival budaya ini juga adalh festival budaya untuk Ndoi,Rika, dan Engkong. Ya, mereka yang masih eksis menjadi pengurus di klub drama walaupun mereka disibukkan oleh banyak kegiatan yang sepertin anak kelas 12 pada umumnya. Nana dan Cici kebagian tugas untuk jaga stand klub drama.
Banyak kenanagn yang terpatri di hati mereka. Dari mulai membangun lagi klub drama dari nol, susahnya menangkap bandar narkoba di sekolah, nolngin cewek yang hampir bunuh diri karena dia dihamila. Pokoknya macem-macem!! Terutama Nana, yang notabanebya adalah anggota baru. Banyak kejutan yang dia temukan. Nana sempat berpikir, klub drama bakal sepi kalau tidak ada mereka.

“Cie…yang sudah lulus!! Jangn lupain kita-kita dong! Sering-sering main kesini!”, celetuk Cici. Cici pun terlihat berkaca-kaca. Dia pun tak segan-segan memeluk Rika. Dia sudah sangat akrab dengan Rika sejak pertama kali bergabung di klub drama. “Udah..udah malu tahu di lihat orang-orang! Inget umur dong, Jeng..!”, canda Rika sambil menenangkan Cici. Duh..gara-gara Cici pelukan. Semuanya jadi ikutan pelukan deh!.
“Nana…!!”, terdengar suara Ndoi memanggil dirinya.”Ya sudah sekarang mana tangan kamu”, kata Ndoi. Tak disangka tak diduga..Ndoi mengecup tangan Nana. Ndoi pun bergaya bak seoarabg pangeran yang sedang berusaha memngambil hati sang putri. Setangkai bunga mawar putih pun di berikan kepadanya Nana. Orang-orang yang ad disan degan cepat mengurumuni mereka berdua karena penasaran dengan apa yang terjadi

“Mungkin ini terlihat norak dan gombal. Kakak juga gak pintar berkata-kata. Tapi, perasaan kakak sama kamu gak main-main lho..mungkin kamu sekarang belum bisa nerima kakak. Tapi, kakak harap kamu jangan ngelupain kita semua ya!”, ujar Ndoi.
Wajah Nana pun seketika berubah menjadi memerah karena malu campur kaget. Tapi, pipi Nana tambah merah karena kedua pipnya dicubit oleh Ndoi.
“Eh, kalau Edo yang nembak kamu, diterima gak?”, bisik Ndoi pelan.
Edo pun yang tadinya ketawa aja dikerumunan, sekarang gantian dia yang nembak Nana. Makin merah wajah Nana ketika sebuah boneka Uchiha Sasuke yang merupakan boneka kesukaan Nana diberikan oleh Edo. Orang-orng dikerumunan itu pun memberi isyarat agar Nana menerima Edo. Karena bingung mau jawab apa, Nana hanya bilang “Kurang nekat, Kak!!”.

Selasa, 19 Mei 2009